Ya, inilah liburan pertamaku di masa kuliah. Berkumpul kembali bersama keluarga dalam waktu lama adalah hal yang paling aku tunggu dari liburan kali ini. Namun lebih dari itu, ternyata saat liburan inilah aku mendapatkan banyak hal yang tak aku sangka sebelumnya. Sekumpulan teman-teman baru atau lebih tepatnya mengenal orang-orang yang seharusnya kukenal dari dulu, tentang sebuah kerinduan yang tak berujung, dan tentu saja cinta yang menjadi ciri khasku selama ini. :-D
Diriku kembali berguna, membantu pekerjaan rumah adalah keseharianku selama liburan ini. Mungkin memang menyebalkan, tetapi aku sadar bahwa aku akan merindukan hal ini ketika nanti aku telah kembali ke Semarang.
Melihat adikku yang sangat aku harapkan agar segera sembuh, adik yang aku janjikan akan kuberi apapun yang dia mau jika kelak dia memanggilku “Mas” adalah hal terindah yang aku alami kali ini. Sebuah hal yang pasti adalah, betapapun menyebalkan dan tidak menyenangkannya rumah kita, kita akan tetap merindukannya ketika dalam perantauan, akupun mengalami hal itu. :-(
Melihat adikku yang sangat aku harapkan agar segera sembuh, adik yang aku janjikan akan kuberi apapun yang dia mau jika kelak dia memanggilku “Mas” adalah hal terindah yang aku alami kali ini. Sebuah hal yang pasti adalah, betapapun menyebalkan dan tidak menyenangkannya rumah kita, kita akan tetap merindukannya ketika dalam perantauan, akupun mengalami hal itu. :-(
Dan hal yang tak kusangka berikutnya adalah, bertemunya aku dengan orang-orang hebat yang sebenarnya tidak jauh dariku sejak dulu, hanya saja Allah belum memberiku kesempatan untuk menemui mereka. Mereka adalah teman-temanku dari seluruh Madiun yang sedang mengejar mimpi-mimpi di Undip. Sekumpulan orang hebat, yang entah bagaimana caranya tiba-tiba bisa membuatku lebih termotivasi di Undip. Aku tidak sendiri disini, itulah yang aku tahu saat ini, dan Alhamdulillah Allah menunjukkan keadaan tersebut kepadaku di liburan kali ini. :-)
Dan yang paling utama dari semuanya adalah kembali ke naluri kita sebagai manusia, ini tentang cinta dan kasih sayang. Di liburan kali ini akhirnya bisa kulakukan sebuah hal yang berguna bagi sang cinta. Yah, mungkin memang bukan sebuah ikatan yang aku dapatkan karena akupun juga tidak menginginkan hal itu untuk waktu dekat ini. Tapi sebuah hal yang jauh lebih bermakna buatku, sebuah hal yang membuatku tidak pernah memusuhi cinta meskipun sering cinta tersebut mengabaikanku. Dan liburan kali ini memberiku kesempatan untuk melakukan hal tersebut, hal yang tentunya tidak aku tulis disini karena aku tahu kalian mungkin sudah bosan membacanya.
Terpilih menjadi Keluarga Pelangi BEM FMIPA UNDIP? Bagai sebuah mimpi mendapati kenyataan ini. Apalagi esoknya aku mendapat kabar menjadi Wakil Ketua HMIF, benar-benar sebuah keadaan yang membuatku senang, dan juga bingung. Ya, aku tak mendapat restu untuk ikut di dua organisasi, karena kalian juga tahu, IPK yang kudapat amat sangat tidak memuaskan. Keputusan dari sebuah pilihan, itulah yang harus aku lakukan. Dan akupun memutuskan untuk mundur dari HMIF sebelum semuanya berjalan lebih lama, keputusan berat yang bagaimanapun juga aku harus melakukannya. Berani, dan aku melakukan hal itu di liburan kali ini untuk tidak mengecewakan HMIF di kemudian hari.
Nb. Maaf untuk kawan-kawan mentoringku serta mas Reza, terpaksa aku menambahi catatan ini dengan hal yang tidak penting. Tetapi beberapa hal membuatku harus mencantumkan ini dalam tulisanku, tentang orang-orang yang selayaknya aku tulis disini.
- Vica Virlia, terima kasih atas perjalanan Ambarawa-Madiun yang mengesankan, tentu saja aku ingin mengulanginya lagi. :-D
- Ade Ria Yulia yang jujur saja, terlihat aneh buatku karena baru kali ini aku melihatmu memakai high heels, hehe. Tapi jangan dengarkan aku, lanjutkan saja demi keluargamu, aku bangga denganmu.
- Genis Ratna Sari, terima kasih atas pertemuan singkatnya yang jujur saja amat berkesan buatku. Kan selalu kuingat tanggal itu, termasuk sobekan karcis bioskopnya.
- Olenka Farra, Novita Eka, Nadia Laksita terima kasih atas 4 jam yang mengesankan bersama kalian. 4 jam yang benar-benar bisa membuatku berkata bahwa hidup ini indah jika ada orang-orang seperti kalian. Sekumpulan orang lebay yang benar-benar mempengaruhi hidupku. You’re the best for me, atau kalau kata SM*ASH, You Know Me So Well.
Dan ada juga sebuah cerita tentang kerinduan yang tak berujung. Ya, mengapa aku menulis ini di awal catatanku adalah karena dalam liburan ini aku tak berhasil menemui orang-orang yang amat aku rindukan. Orang-orang yang teramat spesial dalam kamus hidupku. Merekalah yang sedikit mengusik hatiku dalam menjalani liburan kali ini.
Wahid Nugroho, Shinta Dewi, Ullul Fauziah, Auliya Fidini, Lukman Aziz, Yesi Andriani, Fresty Aqliandita, Febriana Tika Sari adalah nama-nama yang sebenarnya amat aku rindukan untuk bertemu. Mungkin aku yang salah karena tak menyediakan waktu yang banyak untuk kalian semua, tapi percayalah bahwa aku amat merindukan kalian semua, bagaimanapun keadaannya. Insya Allah waktu jua yang kan mempertemukan kita, aku percaya itu.
Seperti yang aku telah aku katakan di catatanku sebelumnya, aku bukanlah seorang pujangga yang bisa menulis kata indah, yang bisa menulis kata-kata makian menjadi pujian. Ini hanyalah sebuah frase untuk sedikit meringankan rinduku pada orang-orang yang berarti dalam hidupku, tentang apa yang aku rasakan dalam liburan kali ini. Jikalau ini indah buat kalian, terserah kalian mau memanggilku pujangga aku juga menerimannya, terima kasih aku ucapkan untuk itu. Namun seorang pujangga yang hebat pun juga mengenal rasa mengantuk, dan aku pun mengalami itu. Jam menunjukkan pukul 02.03 pagi ketika aku menulis catatan ini, jadi aku sudahi dulu catatan ini ya.
Bagai merekam siklus alam dari gugurnya daun-daun, betapa memang benar bahwa tak ada keabadian didunia ini. Ada saatnya hijau, layu, dan kan luruh pergi sendiri-sendiri tergantung kemana angin kan membawanya. Setiap kali terpesona oleh rahasia alam, betapa butuh harmonisasi dan rasa saling mengerti untuk mewujudkan kebersamaan yang kokoh.
Ya, inilah sebuah cerita tak penting yang memang harus kuungkapkan. Tak perlu bosan membacanya, karena aku akan terus melakukan hal ini sepanjang waktu, menulis dan menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar